EDUKASI

Digital vs Analog

Pertanyaan yang muncul hampir tiap kali orang merencanakan resepsi. Jawabannya tergantung apa yang mau kamu korbankan.

Digital

Analog

Biaya

Sekali bayar per acara, mulai Rp 299.000

Rp 150-250rb per unit, belum cuci cetak

Jumlah tamu

Satu QR untuk semua tamu

Satu kamera dipakai bergantian

Hasil kapan

Sesuai pengaturan, bisa saat acara berjalan

Tiga hari sampai dua minggu

Kegagalan

Kelihatan langsung, bisa diulang

Baru ketahuan setelah dicuci

Karakter warna

18 preset, dipilih di awal

Satu film per kamera, tidak bisa diganti

Yang tidak bisa ditiru

Sifat tak terduga dari film sungguhan

Tidak ada risiko rol gagal cuci

Jadi pilih yang mana?

Kalau tamunya di bawah dua puluh orang dan kamu memang menikmati prosesnya, kamera film masih masuk akal. Rasanya berbeda, dan sebagian orang memang membayar untuk itu.

Untuk tamu yang lebih banyak dengan anggaran terbatas, hitungannya berat sebelah. Sepuluh kamera film beserta cuci cetaknya bisa menembus tiga juta, untuk 270 frame yang sebagian pasti gagal karena diambil di dalam ruangan tanpa flash.

Yang paling sering dipakai justru gabungan keduanya. Dua kamera film di meja utama sebagai bagian dari dekorasi, sisanya lewat QR supaya albumnya benar-benar terisi.